Arti Sebuah Nama
Nama.. pernahkah kita berfikir kenapa Ortu kita memberi nama kepada kita?Banyak harapan yg terkandung dr nama kita..
Ini adalah salah satu contoh posting dari tetangga
NAMA UNTUK ANAKKU
By: Mardiana Nurwulan
(Penulis buku “7 Hari Sembuh dari Patah Hati”)
Nyaris setiap saat, selalu saja ada orang yang berkata “Apalah arti sebuah nama…”. Ungkapan ini sudah kudengar sejak puluhan tahun lalu, mungkin juga sebaris kalimat ini sudah ada jauh sebelum aku lahir. Dan situasinya hampir selalu sama; orang yang mengatakan hal ini adalah mereka yang memiliki nama “ala kadarnya” atau yang gagal memberikan nama keren untuk anak-anak mereka. Jadilah ungkapan ini semacam cara jitu untuk menenangkan diri.
Sejak dulu pula, aku termasuk salah satu orang yang tidak setuju dengan ungkapan ini. Bagiku sederhana saja, jika memang nama itu tidak berarti, mengapa pula setiap orangtua menamai anaknya dan setidaknya meluangkan waktu untuk memikirkan nama apa gerangan yang cocok untuk sang anak. Mulai dari nama yang sangat njawani seperti Joko dengan falsafah pemilik nama tersebut adalah seorang Pemuda, Teguh, Kukuh, Baroto, serta nama-nama lain yang tentu saja terselip sebuah makna di sana. Namun, meski nama itu memiliki makna, jika suatu saat sang anak mempertanyakan mengapa dirinya diberi nama yang sangat sederhana dan lazim, orangtua si anak dengan enteng akan menjawab: “Ah, apalah arti sebuah nama…”. Alhasil, sang anak pun surut, dan membenarkan prasangkanya bahwa nama yang dia miliki memang benar-benar tidak bermakna.
Kini, semakin banyak orangtua takut anaknya tidak percaya diri dengan nama yang mereka miliki. Tak heran, nama untuk jabang bayi sudah disiapkan jauh hari sebelum sang anak lahir. Mulai dari nama yang ke-arab-araban, nama yang disesuaikan dengan alkitab, hingga nama yang kebarat-baratan. Hampir semua orangtua mengusung misi yang sama, yakni mencarikan nama yang bagus dan unik untuk anak mereka. Tak heran pula, para pelaku bisnis penerbitan menangkap peluang dari tren terbaru ini dengan meluncurkan buku kumpulan nama. Hasilnya pun lumayan, order dan permintaan atas buku-buku ini selalu saja ada.
Bicara soal nama yang unik, aku jadi teringat dengan nama anak dari salah seorang teman. Temanku ini menamai anaknya dengan Tinru Saklitinov. Nama yang berbau Rusia, padahal ia dan sang isteri Jawa tulen. Kukira ini adalah nama salah seorang tokoh di Rusia, atau Negara lain. Namun ketika kutanya, temanku tadi menjawab enteng bahwa nama tersebut didapat dari singkatan. Yakni Hartini dan Rudi (nama dia dan isterinya) disingkat menjadi Tinru. Sementara Saklitinov didapat dari tanggal lahir sang anak, yakni Sabtu Kliwon Tiga November. Ada-ada saja..
Di kalangan selebritis, tren memberi nama unik agaknya diawali oleh Melly Goeslaw. Ia memberi nama anak pertamanya dengan Anakku Lelaki Hoed. Nama yang sangat unik, bahkan terdengar tidak seperti sebuah nama melainkan kalimat biasa. Aku pun pernah mendengar ada orangtua yang memberi nama anaknya dengan Gempur Soeharto. Mencerminkan semangat reformasi sang orangtua dan sikap anti orde baru. Unik, dan menggelitik.
Tapi, aku memiliki cara pandang sendiri terkait nama untuk anakku, yang insya Allah tiga bulan lagi akan lahir ke dunia. Sebagai calon orangtua di masa kini, tentu aku ingin nama anakku ini bukan nama yang umum di pasaran dan sekadar sok keren. Lebih dari itu, aku ingin nama yang aku dan suamiku berikan padanya nanti, akan membuat anak kami ini percaya diri dan bangga pada orangtuanya. Dan tentu saja, nama yang mengandung doa kami atas dirinya.
Hasil USG menunjukkan bayi kami ini laki-laki. Meski alat buatan manusia bisa saja salah, kami telah yakin bahwa sesosok janin di rahimku ini memang seorang lelaki. Sebuah nama indah pun telah kami siapkan untuknya; SAYA KAYSAR DARMANTO. Berjuta makna dan doa kami selipkan di balik nama ini. Kami ingin, anak pertama kami ini (insya Allah kami pengikut program tiga anak cukup) menjadi seorang pria yang mampu menjadi raja bagi dirinya sendiri, serta calon seorang pemimpin. Setidaknya pemimpin keluarga yang akan dia bangun kelak.
Aku semakin tidak sabar untuk melihat wajah Kaysar-ku ini. Memeluknya dan menenangkannya dari berjuta urusan dunia yang memusingkan.
Kaysar sayang, bunda yakin kau bisa mendengar doa yang selalu ayah dan bunda panjatkan. Kelak, jadilah raja yang bertanggungjawab atas dirimu sendiri, memiliki prinsip, dan tidak diperbudak oleh nafsu dunia. Jadilah kaisar yang sesungguhnya, kaisar yang tahu bahwa dunia hanya cukup kau letakkan dalam genggaman, bukan di hatimu. Jadilah pria yang tampan dan kokoh, sekokoh namamu: Kaysar.

1 Komentar:
Kebetulan, pemilik nama Saya Kaysar Darmanto yang ada di tulisan ini sekarang sudah berumur satu tahun:D
Salam kenal,
Wulan Darmanto
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda